Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Dengue melalui Vektor (perantara) Nyamuk Aedes Aegypti dan Nyamuk Aedes Albopictus, yang biasanya aktif pada pagi hingga sore hari. Nyamuk Aedes Aegypti memiliki ciri khas yaitu belang hitam dan putih, menyukai tempat yang bersih seperti pada baju yang tergantung di belakang pintu dan berkembang biak pada genangan air bersih yang tidak tercemar seperti pada bak mandi, ember, toren, drum, tatakan air minum isi ulang (galon), dan tempat - tempat lain yang dapat menampung air. Virus Dengue masuk kedalam tubuh manusia melalui Probosis (bagian pada kepala nyamuk yang menyerupai jarum) pada saat nyamuk menghisap darah, kemudian virus tersebut menyebar kedalam tubuh melalui peredaran darah dan merusak dinding pembuluh darah kecil sehingga dapat menyebabkan perdarahan bahkan renjatan (syok) pada penderitanya.
Nyamuk Aedes Aegypti betina dewasa dapat bertelur sebanyak 100 sampai dengan 300 butir telur sekaligus, pada kurang lebih hari ke 3 telur akan menetas dan berubah menjadi jentik nyamuk dengan ukuran 1 - 3 cm, pada fase ini jentik nyamuk akan mencari makanan yang berada pada dinding genangan air atau mikroorganisme lainnya yang terdapat didalam genangan air tersebut, kemudian pada hari ke 4 sampai hari ke 6 jentik akan berubah menjadi pupa, pupa tidak lagi mencari makanan dan hanya akan berenang dan menunggu waktu sampai waktunya menetas dan akan menjadi nyamuk dewasa. Pada hari ke 7 atau hari ke 8 pupa akan menetas dan akan berubah menjadi nyamuk dewasa yang siap untuk menyebarkan penyakit demam berdarah dengue. Untuk usia nyamuk Aedes Aegypti sendiri dapat mencapai usia 3 minggu, dan akan terus menghisap juga menyebarkan virus dengue dengan jarak terbang sekitar 200 meter dari tempatnya menetas. Untuk nyamuk yang menghisap darah yaitu nyamuk betina sedangakan nyamuk jantan menghisap sari buah, bunga ataupun tanaman.